Saham Blue Chip Di Indonesia

7 Saham Blue Chip Di Indonesia

7 Saham Blue Chip Di Indonesia – Bagi anda para investor saham yang sudah malang melintang di dunia tersebut tentunya tidak asing dengan sebutan saham blue chip yang menjadi idola oleh para trader saham. Saham blue chip sendiri menjadi semakin booming akibat pandemi ataupun adanya gejolak ekonomi yang terjadi seperti saat sekarang ini, hal tersebut dikarenakan saham-saham blue chip dinilai sangat aman dan mempunyai dan punya track-record yang positif konsisten dalam rentang waktu panjang.

Apa Itu Saham Blue Chip?

Pengertian dari saham blue chip itu sendiri adalah kumpulan saham-saham yang mempunyai nilai kapitalisasi pasar yang besar dan merupakan perusahaan-perusahaan yang mapan dan aman secara finansial. Saham blue chip sendiri dinilai sangat aman dan mampu bertahan dari gejolak ekonomi, Perusahaan-perusahaan saham blue chip ini juga secara konsisten terus melaporkan keuntungan atau laba di masa ekonomi yang baik maupun buruk, serta rajin memberikan deviden kepada para investornya.

Adapun beberapa saham-saham blue chip yang sudah Budak Duit rangkum berdasarkan kinerjanya di tahun ini dan layak untuk dibeli dan dijadikan untuk investasi jangka panjang, adalah sebagai berikut ini :

1. Bank Central Asia (BCA) – BBCA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (IDX: BBCA) adalah bank swasta terbesar di Indonesia saat ini. Bank BCA sendiri didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah menjadi salah satu bagian penting dari Salim Group. Sekarang Bank BCA  dimiliki oleh salah satu grup produsen rokok terbesar keempat di Indonesia, yaitu Djarum.

Bank BCA sendiri dikelola dengan efisien dan profesional dan hal ini tercermin pada Return on Asset (ROA) yang tertinggi diantara bank-bank lainnya di Indonesia dengan tingkat kredit macet yang cukup rendah dan tentunya menjadi yang terbaik di mata para nasabahnya.

Bank BCA sendiri termasuk bank yang loyal dan rajin memberikan deviden kepada para investor atau pemegang sahamnya, contohnya seperti pada tahun 2020, Bank BCA membagikan dividen pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 455 per saham. Pihak BEI juga telah membayar dividen interim  sebesar Rp 100 per saham pada Desember 2019.

Dari sisi manajemen pun terlihat kokoh dan profesional dan tercermin dari kinerja BBCA superb dan dari indikator kinerja keuangannya juga, hal tersebut dapat anda lihat juga dari sisi mayoritas pimpinan BCA yang kebanyakan berasal dari internal dimana hal ini tentunya menunjukkan sistem kaderisasi dalam perusahaan yang begitu kuat dan terencana dengan baik.

Dengan status fundamental yang kokoh dari segi kinerja perusahaan, keuangan, manajemen dan loyalitas kepada para investor dan nasabahnya, tentunya menjadikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) atau BBCA menjadi incaran para investor dan urutan teratas dalam daftar ” Daftar 7 Saham Bluechip Di Indonesia”.

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI) – BBRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk (BRI atau Bank BRI) (IDX:BBRI) adalah salah satu bank negeri yang dikelola dan dimiliki pemerintah dan menjadi bank negeri yang terbesar di Indonesia saat ini.

Saham dari Bank BRI termasuk salah satu saham yang paling diminati oleh banyak investor beberapa tahun ini dikarenakan performa dari Bank BRI yang cukup baik dan tergolong aktif dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga saham Bank BRI dengan kode BBRI menjadi pilihan utama oleh para investor dalam berinvestasi di pasar modal.

Saat ini mayoritas saham BBRI dikuasai oleh  Pemerintah Republik Indonesia sebanyak 56,75% dan sisanya dimiliki oleh  publik sebesar 43,25% dengan jumlah saham yang beredar di pasar modal sebanyak  123.345.810.000 lembar saham.

Untuk kinerja Bank BRI sendiri tidak perlu diragukan lagi tentunya, hal ini tercermin di dalam laporan keuangan dimana Bank BRI berhasil mencatatkan profit bersih sebesar Rp 34,42 triliun pada tahun 2019 lalu. Bank BRI sendiri juga termasuk rajin dalam membagikan dividen kepada para investornya, dimana pada tahun 2019, pihak Bank BRI atau BBRI telah membagikan dividen dengan total Rp 20,63 triliun atau setara dengan 60% dari laba pada tahun  2019.

Pertumbuhan kredit BRI sangat konsisten dari tahun ke tahun dan juga sebagai bank negeri yang jumlah asetnya terbesar kedua di Indonesia setelah Bank BCA, menjadikan saham Bank BRI atau BRI sangat layak untuk dibeli oleh para investor dalam negeri maupun luar negeri tentunya.

3. Unilever Indonesia – UNVR

Di urutan ketiga kali ini ada PT. Unilever Indonesia Tbk (IDX:UNVR) adalah perusahaan consumer goods terbesar dan terbaik di Indonesia saat ini.

Unilever memiliki beberapa brand merek kuat dan paling terkenal tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia dan tentunya bukan hal asing lagi bagi anda jika menemukan produk-produk sehari-hari yang berasal dari perusahaan ini.

Tidak main-main PT. Unilever Indonesia Tbk mempunyai nilai ROE (return of equity) yang cukup fantastis dimana mencapai 142 persen pada tahun 2018 dan sejak tahun 2014 sampai sekarang ROE PT. Unilever Indonesia Tbk selalu mencapai diatas 100 persen. Hal ini berarti jika anda berinvestasi sebesar 10 juta rupiah, maka dalam satu tahun investasi anda menjadi 20 juta rupiah.

Unilever Indonesia Tbk sendiri dikatakan hampir tidak memiliki hutang di bank Indonesia manapun, dikarenakan penghasil profit bersih yang besar  dan selalu konsisten dari tahun ke tahun. Di tahun 2019, PT. Unilever Indonesia Tbk membagikan dividen senilai Rp 430 per saham dengan total dividen sebesar Rp 3.28 triliun.

Dari data-data diatas tentunya anda tahu betapa potensialnya saham PT. Unilever Indonesia Tbk atau UNVR untuk dikoleksi dan dijadikan investasi untuk jangka panjang tentunya. Hal ini tercermin dari investor-investor asing dan dalam negeri yang selalu memburu saham PT. Unilever Indonesia Tbk .

4. Telekomunikasi Indonesia – TLKM

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (IDX:TLKM, NYSE: TLK), atau biasa disebut dan dikenal dengan Telkom Indonesia atau Telkom adalah perusahaan informasi dan komunikasi yang bergerak di bidang  penyedia jasa dan layanan jaringan telekomunikasi terluas dan terbesar di Indonesia saat ini, dengan jumlah pelanggan telepon rumah sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta pengguna di seluruh Indonesia.

PT Telkom Indonesia (Persero) atau Telkom merupakan salah satu perusahaan plat merah atau BUMN yang 52,09% sahamnya dipegang dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan sisanya sebanyak 47,91% sahamnya dimiliki oleh publik. Kapitalisasi pasar yang dimiliki PT Telkom Indonesia per 31 Maret 2020 sebesar 313,04 triliun rupiah dengan total sahamnya yang beredar di BEI sebanyak 99.062.216.600 lembar saham.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM secara konsisten berhasil memperoleh keuntungan bersih yang konsisten dari tahun ke tahun dan selalu memiliki profit margin diatas para pesaingnya dari  operator lain serta mencatatkan penghasilan rata-rata per konsumen paling tinggi.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk juga termasuk perusahaan yang rajin membagikan dividen kepada para investor atau pemegang saham TLKM, dimana pada tahun 2018 TLKM membagikan dividen dengan total Rp 16.2 Triliun atau 90% profit mereka. Dalam 10 tahun belakangan ini juga , dividend payout TLKM meningkat yang semula dari 40 persen ke 90 persen profit.

Hal tersebut tentunya mencerminkan kinerja PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang baik dan tentunya mempunyai masa depan yang cerah karena Telkom sendiri bisa dibilang pemain terbesar atau pemimpin pasar di bidang telekomunikasi dan komunikasi di Indonesia.

5. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk – ICBP

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (IDX:ICBP) adalah perusahaan yang bergerak di bidang consumer good yang merupakan perusahaan produsen mie instan paling laris dan paling populer di negara tercinta Indonesia, yaitu Indomie dan perusahaan ini telah beroperasi selama 30 tahun yang dikelola dan dimiliki oleh Salim Group.

Seperti yang kita tahu mie instan indomie adalah makanan kegemaran masyarakat indonesia dan sudah go internasional dan mendapat respon yang sangat positif dari orang-orang di luar negri. Permintaan akan produk-produk dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang terus meningkat membuat pertumbuhan penghasilan dari korporasi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk akan terus tumbuh secara konsisten dari tahun ke tahun.

Hal tersebut tercermin dari ROE yang mencapai 21 persen dan ROA yang mencapai 13.7 persen jauh diatas rata-rata saham perusahaan industri makanan di BEI. Pada tahun 2019, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk membagikan dividen kepada para investornya Rp 171 per saham dengan total dividen sebesar  Rp 1.5 triliun.

Tentunya jika anda suka dengan produk indomienya, tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri juga bagi anda untuk menjadi investor di PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau memiliki saham blue chip ICBP.

6. Bank Mandiri (persero) Tbk – BMRI

Bank Mandiri Tbk  (IDX: BMRI) adalah salah satu bank swasta yang berkantor pusat di ibukota Indonesia, yaitu kota Jakarta. Bank Mandiri Tbk sendiri merupakan bank terbesar di Indonesia dalam hal aset, pinjaman, dan deposit.

Bank Mandiri Tbk berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 dan merupakan program restrukturisasi perbankan yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dengan menggabungkan  empat bank milik Pemerintah yaitu, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo menjadi Bank Mandiri Tbk.

Kinerja Bank Mandiri Tbk atau BMRI  di Bursa Efek Indonesia (BEI) bisa dibilang cukup baik, dimana pada tahun 2019 Bank Mandiri Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 27,5 triliun atau tumbuh sekitar 9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya tahun 2008.

Kinerja BMRI bisa dibilang stabil karena mampu menyeimbangkan pertumbuhan laba bersih dan kredit. Tentunya hal ini menggambarkan bahwa saham dari BMRI sangat layak untuk dibeli dan dijadikan investasi.

7. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) – PGAS

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. atau disingkat PGN ( IDX: PGAS) adalah sebuah perusahaan nasional milik pemerintah Indonesia yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi yang berperan besar dalam pemenuhan gas bumi domestik.

Kepemilikan saham PGN sendiri saat ini mayoritas dikuasai oleh  Pemerintah Indonesia dengan total 56,96 persen dari total saham PGAS dan sisanya dimiliki oleh publik.

PT Perusahaan gas Negara Tbk atau PGN berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar 3,84 miliar dolar AS atau Rp 54,4 triliun rupiah pada tahun 2019. Kinerja secara keseluruhan PGAS menunjukan tren yang cukup positif dari grafik pendapatan dan lama bersih dari tahun 2012 sebesar 2,58 miliar dolar AS dan terus meningkat dari tahun ke tahun, sampai tahun 2014.  Meskipun pernah sempat turun ke 2,9 miliar dolar AS pada tahun 2016, namun PGN berhasil melaluinya dan naik kembali  pada tahun 2017 dan 2019.

Seperti yang kita taha gas akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat maupun industri-industri besar dari waktu ke waktu dan permintaan tersebut diikuti dengan cadangan gas alam Indonesia yang cukup melimpah untuk dikelola. Tentunya hal tersebut merupakan gal positif untuk membeli saham blue chip ini.

 

Sekian dulu artikel dari Budak Duit Indonesia kali ini yang membahas tentang “7 Saham Blue Chip Di Indonesia”. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan anda lebih jauh lagi tentang dunia investasi saham di Indonesia. Terima kasih sudah membaca.